Setelah itu, di jam 09 pagi ia beritahu (saya sebagai jurnalis di media tabloit dan media online-Kilasnasional.com)bahwa ada kegiatan seleksi atlit di lapangan Prailiu; kemudian saya siap dan berangkat. Tiba di lapangan dan masih sempat saja wawancara kadis pendidikan, bpk Yulius Ngenju, S.T. Sementara saya mau mewawancarai tim seleksi lainnya, anak saya yang bungsu (Vandy) telpon dan memberitahu bahwa Mama Endy (sapaan anak-anak bagi mamanya) ada hampir jatuh di kamar mandi, mama sandar di tembok dan teriak pada anak no 2 untuk angkat.
Mereka beritahu bapa Ivan, dan langsung dibawah ke rumah sakit Umbu Rara Meha. Sempat mama Endy pingsan. Dan akhirnya, saya langsung bergegas cek ke rumah sakit Lindi Mara, Imanuel, dan RSUD Umbu Rara Meha. Saya tanya ke IGD, tspi belum ada. Rupanya mereka madih di skrining di UGD lanma. Mama Endy masih di dalam oto, setelah itu petugas menyuruh untuk di bawah ke IGD, bp Ivan majukan oto dan di depan IGD petugas sudah ada, tetapi yang angkat mama Endy kami keluarga, (bahkan dalam setiap moment - petugas hanya dorong keteta saja).
Sejak pagi sampai jam 05 sore baru mana Endy pindah ke ruangan Dahlia, kelas 2, karena kelas 1 penuh, - nanti sambil di cek apa ada yang kosong kamar kelas 1 nanti. Ketika dikonfirm kepada saya tentang hal itu, saya katakan yang penting istri saya dapat dirawat dulu.
Konfirmasi dengan keluarga terus untuk memantau keadaan mama Endy, hingga hari ini. Kami (saya, anak-anak dan mama Maujawa) yang terus jaga bergantian. Mama Endy tidak bisa tidur malam. Siang baru ia tidur. Hari ke dua di rumah sakit, dokter saraf masuk dan sedikit berdiskusi. Inti, bahwa mama Endy pendarahan di otak lebih parah dari tahun 2018/lalu. Benar, sebab tangan dan kaki bagian kiri tidak bergerak. Ibu dokter memberi info bahwa obat suntik untuk penurun tensi di kami kehabisan, jadi kalau terasa sakit kepala, hendaknya diberitahu kepada petugas dan akan siberi pil. Saya sempat katakan pada bu dokter, bahwa kemarin ada obat suntik yang cairannya masih banyak dari IGD.
Malamnya, bapa Kepsek dan ibu datang jenguk dan pijit bagian kaki,... Hari Senin ma Endy dipindahkan ke ruangan opservasi - ini supaya dipantau langsung petugas. malam, tensi naik sampi 230/223. Petugas akhirnya memberi obat suntik yang katanya tidak ada.