KETEGASAN SETDA KABUPATEN SUMBA TIMUR
DALAM MENANGANI KASUS PENYEBARAN COVID 19
Kamis, 30 April 2020
![]() |
Sekretaris Dinas Kesehatan Tinus Njuru Mbaha,
memberikan penjelasan bahwa semua pintu masuk darat, udara dan laut, ke
Kabupaten Sumba Timur perlu di jaga. Hal itu kami telah membuat beberapa
posko dengan menempatkan beberapa petugas kesehatan seperti di Lewa, dan
Hahar. Harapan bagi semua Desa/Kelurahan di seluruh Kabupaten Sumba Timur,
akan melakukan seperti Desa Kadumbul yang mengkarantinakan setiap warganya
yang datang dari luar daerah, hal ini sebagai bentuk kepedulian, dalam
pencegahan penyebaran Covid-19.
|
Selain itu, Dinas kesehatan akan melakukan berdasarkan keputusan rapat
bersama Setda Kabupaten Sumba Timur untuk dan harus memeriksa, semua yang masuk
ke Kab. Sumba Timur. Maka untuk sementara semua truk pembawa logistik dan alat
kesehatan diarahkan ke lapangan Prailiu untuk dicek kesehatan mereka sebagai
(ODP). Jika ada gejala Covid dari hasil pemeriksaan dokter akan diisolasi, dan
jika tidak akan dipulangkan.
![]() |
Menanggapi persoalan penyebaran Covid-19, Setda
Kabupaten Sumba Timur, Bpk. Domu Warandoy, SH.M.S.i, memeriksa dengan cermat
langsung ke lokasi di lapangan Rihi Eti-Prailiu. Ketika diwancarai perihal
kedatangan logistic dan alat kesehatan tersebut, Setda Kabupaten Sumba Timur
menandaskan bahwa: kami dengan tegas menyatakan akan memeriksa semua
penumpang dan mencek langsung apakah ada penumpang gelap atau tidak.
Mengetahui bahwa ada beberapa penumpang yang bukan kernet, , salah satu sopir
mengaku ia membantu dengan alasan kasihan,….
|
Dari 26 sopir truk, seharusnya juga hanya ada 26
kernet dan tidak lebih. Setda Kb. Sumba Timur menanyakan kepada sopir, apakah
ada kernet yang tertinggal di kapal?, ya, ada yang tertinggal …selain itu,
ternyata ada beberapa yang bukan kernet. Maka Setda Kab. Sumba Timur bertemu
langsung dengan beberapa penumpang tersebut dan menanyai alasan mengapa mereka
bisa lolos dalam pemeriksaan.
Untuk saat ini, kapal Egon yang diprioritas memuat logistik dan peralatan
kesehatan sehubungan dengan Covid 19, bahwa penumpang biasa tidak boleh naik?
Semua penumpang itu menjawab mereka tahu, tetap mereka sendiri tidak ada jalan
untuk kembali. Maka dengan berbagai cara mereka berjuang Beberapa penumpang
memberikan alasannya: salah satu penumpang, tidak ada pilihan lain untuk
kembali, selain harus melawan aturan dan pulang Sumba. Selain sopir dan kernet,
ternyata ada 12 orang penumpang diluar ketentuan, diantaranya ada 2 perempuan
yang mengaku diri mereka sebagai istri sopir. Dan setelah di cek, ternyata
mereka bukan istri sopir.
Setda Kabupaten Sumba Timur menegaskan,
Pengawasan di Lembar tidak propesional, tidak bekerja dengan baik dan
tidak membantu pencegahan penularan Covid 19 di Sumba. Ia menambah supaya
dibuat surat jalan/keterangan yang menyatakan kebenaran bahwa betul sehingga
tidak ada manipulasi data.
Ilham sebagai penanggungjawab kapal tersebut: menandas kami sudah
menyatakan dengan jelas bahwa, sopir dan kernet harus ada surat keterangan jika
tidak, kapal egon tidak diberangkatkan, setelah disepakati, maka kapal
dioperasikan. Dan pada kemudian hari akan lebih diprotek lebih lagi. Semua
diperiksa dan difilter, dan dari SDM,
dan terkahir oleh TNI sehingga ada 20 orang tidak naik.
Akhirnya, ke-12 penumpang diangkut oleh mobil dinas Kesehatan Kabupaten
Sumba Timur untuk diperiksa.
(Lazarus Djami)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar