Sabtu, 02 Juli 2022

Kembalilah kepada Betlehem

Kembalilah kepada Betlehem

Elimelek dalam kisah ini dijelaskan kepada kita bahwa mereka adalah sebuah keluarga yang hidupan pada zaman para hakim khusus Simson. Tetapi sebelum ia memerintah kehidupan orang pada saat itu berada di tengah-tengah kemurtatan moral secara rohani dan yang tidak baik (Hakim-hakim 17: 6). Pada saat itu, tidak ada raja di antara orang Israel, setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri. Maka hukuman Tuhan berlangsung dengan kelaparan yang begitu hebat terjadi; sehingga sebuah keluarga mengambil sebuah keputusan dan berkata: “Mari kita tinggalkan Betlehem”.

Betlehem berarti rumah Roti dan sekarang mereka pergi ke suatu negeri yang asing, sebagai perantau. Keluarga ini berpikir, bahwa ketika ada kesulitan, harus lari. Elimelek yang berarti Allah Itulah Raja, sekarang ia harus pindah sebagai orang asing, tanpa bertanya pada Raja itu, ia meragukan pemerintah Raja itu, dari Alkitab mencatat bahwa keluarga ini tinggal di daerah Moab sebagai orang asing, sebagai perantau selama 10 tahun. Akhirnya, apa yang mereka pikirkan bahwa kami mau menyelamatkan diri, di sana juga mereka lebih lagi mengalami duka yang sangat mendalam. Nyata dari nama anak-anaknya:

Maklon itu berarti orang yang sakit-sakitan, sementara Kilion berarti dibuang jauh-jauh. Jika dulu ia alami kelaparan yang hebat, tetapi sekarang ia tidak saja kelaparan tetapi ia harus kehilangan orang yang paling ia cintai, ia harus kehilangan suami yang sangat ia cintai, ia haruskehilangan anak anak-anak yang juga ia sangat kasihi. Dalam dan dari situasi ini, membuat Naomi harus belajar dan sadar bahwa ia telah berbuat suatu kesalahn dengan meninggalkan Betlehem. Hal itu nyata dalam nama yang dulu berarti manis, sekarang  menjadi kesusahan telah berubah oleh keadaan menjadi Mara ia berarti pahit / kepahitan. Kini ia harus memutuskan: “Saya harus pulang, saya harus pulang ke tanah air ku, tempatku yang sebenarnya”. Jika dulu saya salah melangkah,  Ketika saya mengalami kesukaran saya pergi, saya meinggalkan Betlehem, Ketika kesusahan melanda ku dulu, saya tinggalkan tanah kelahiranku sendiri; tetapi sekarang aku tahu bahwa di sana ada banyak kesenangan, di luar, ada penderitaan yang kualami di negeri asing ini, aku merindukan tanah perjanjian itu.

Jika saudara-saudara perhatikan sejarah Naomi, Apa yang membuat Naomi dan menantunya berkemas untuk kembali ke Betlehem? ada satu jawaban:

“Tuhan telah memperhatikan umatnya” Ketika mereka sedang dalam perjalanan, berkatalah Naomi (8) akhirnya Rut tetap ikut dan Orpa kembali ke rumah ibu,  kembali kepada allahnya.

Ada berapa banyak orang yang pada awalnya telah mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan, percaya pada Tuhan, tetapi dalam perjalanan hidupnya oleh kesukaran dan penderitaan kemudian ia berbalik dan menyangkal Tuhan. Rupanya Naomi sendiri telah menyalurkan/mengajari imannya pada Tuhan melalui teladan dan ajaran kepada Rut sehingga tetap menaruh kasih dan setia kepada Naomi, terlihat pengakuannya

Ayat 16 “kemana engkau pergi ke situ juga aku pergi dan di mana engkau bermalam di situ jugalah aku bermalam. Bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku, di mana engkau mati aku pun aku mati di sana.”

Jangan berpikir ini adalah suatu keputusan yang mudah, ini sangat berat, sebab keputusan untuk menyangkal diri. Rupanya ia juga tahu bahwa jikalau ia mempertahankan nyawa akan kehilangan nyawa. Maka kalaupun saya harus kehilangan orang tua anak-anak saudara yang terkasih keluarga yang dikasih istri ia akan memperolehnya kembali. Ini adalah suatu kepastian, sebab Ia yang berkata adalah setia dan adil dalam suatu jaminan yang ada di dalam Yesus Kristus sebagai penjamin segala janji itu.

Ketika Naomi tiba di tanah Betlehem-Yehuda:Gemparlah seluruh kota itu karena mereka. Perempuan-perempuan berkata:

“Naomi kah itu?”

ya, betul Naomi yang datang, tetapi bukan lagi seperti Naomi yang dulu, sekarang ia tahu dengan pasti bagaimana penderitaannya, bagaimana kesusahan yang dialami di tanah Moab; maka ia berkata:

“Jangan sebut aku Naomi, (manis menyenangkan orang yang penuh senyum yang bergaul dengan banyak teman tetapi) - sebutlah aku mara”, artinya pahit, kepahitan ku sebagai bertentangan dengan Naomi.

Mengapa demikian?

Rut 1:21 “Karena dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong Tuhan memulangkan aku”. Inilah alasan mendasar mengapa “ Karena Tuhan telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka pada ku”.

Naomi berpikir dalam dirinya bahwa: segala kepahitan, segala duka, kematian, kesengsaraan, kelaparan, kesendirian, adalah bentuk dari Allah yang menantang dia, tetapi rupanya Naomi belum mengerti bahwa segala kesukaran yang dialaminya merupakan sebuah hukuman dari keputusan bahwa ia telah meninggalkan Betlehem.

Demikianlah juga kita, ketika kita mengalami kesukaran kesulitan dalam hidup jangan engkau meninggalkan rumah roti itu, sebab dengan demikian engkau akan mengalami lebih banyak lagi penderitaan. Karena itu tinggallah di dalam rumah roti (Bait Allah) itu yaitu rumah yang Tuhan inginkan untuk kita tinggal. Jangan pernah meragukan Tuhan, karena firman-Nya ia dan amin. Jangan pernah meragukan pemeliharaan sang Raja itu, biarlah Ia memrintah dalam hidupmu, karena Ia adalah Allah yang benar, Ia juga tahu apa yang harus Ia perbuat bagi umat-Nya.Marilah kita berkata Yesaya 53:4 “Tetapi sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya dan kesengsaraan kita yang dipikulnya”.


Saudara- saudara, saat ini kita dapat bertanya, sebagai perenungan kita: Pada zaman apakah kita hidup? Dari manakah kesengsaraan, penderitaan, kesedihan yang kita alami? Mengapa yang dahulunya Betlehem yaitu rumah roti telah menjadi kelaparan? Naomi telah menjadi pahit. Di manakah Elimelek yang artinya Tuhanlah raja? Apakah dia telah mengacungkan tangannya melawan aku. Apakah Tuhan telah meninggalkan aku, padahal dulu saya berdoa kepada-Nya: beri saya istri, beri saya suami, beri saya anak, dan Engkau telah memberikan semuanya, tetapi sekarang Engkau telah mengambil apa yang sudah yang Engkau beri. Mari kita memikirkan hal ini ketika Ayub 1:21 “Dengan telanjang aku dari kandungan ibuku dengan telanjang juga aku akan kembali kedalamnya. Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan”

Dan janganlah kita berkata seperti orang yang tidak punya pengharapan ITesalonika 4: 13-18; I Petrus 1:6-7. Sekarang ini kamu seketika harus berduka cita oleh berbagai bagi pencobaan tetapi semua itu untuk membuktikan kemurniaan percayamu.

Teladanilah sikap Rut yang berkata: “Janganlah mendesak aku….” sebab ini yang ku tahu, walau engkau dengan berbagai-bagai cara mencobai aku, imanku tidak akan goncangkan, biar istri, anak-anak, harta, diambil aku tahu Tuhanlah Allah Israel menjadi Allahku, Batu karang yang teguh yaitu Yesus Kristus; Dialah juga Alllahku. Dan aku tahu bahwa Tuhan dibalik penderitaan yang kualami di dunia ini Dia telah mempersiapkan suatu kehidupan yang baru, yang kekal bagiku.

“Berbahagialah orang yang percaya pada-Nya dan kembali kepada rumah roti itu - yaitu Yesus Kristus yang berkata: Akulah Roti Hidup-Akulah roti hidup -Yoh. 6:35, 48”


Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar